" Musuh Besar Pujangga "

Translate This Blog Into Your Languange

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pelamar Hati yang Samar



Sayang..
Maaf andai aku lantang,
Menjaring indahnya bayang.
Pada sebuah cinta terlarang..

Sayang..
Maaf andai aku terlanjur,
Merajut sejuta akur.
Pada pagar rasa yang lebur..

Sayang..
Maaf andai aku tebar,
Selautan kasih memekar.
Serimbun cinta yang segar.
Sedangkan aku sadar,
Aku hanya pelamar..
Sebuah hati yang samar.

Never Ending War




For all the free people that still protest, "You' re welcome.."
We protect you and you are protect by the best.
Your voice is strong and loud, but who will fight for you?
No one standing in your crowd.

We are your fathers, brothers and sons.
Wearing the boots and carrying the guns.
We are the one who leave all we own.
To make sure your future is carved in a stone.

We are the one who fight and die.
We might not be able to save the world, well.. at least we try.
We walk the paths to where we at.
And we want no choise other than that.

So when you rally your group to complain,
Take a look in the back of your brain.
In order for that flag you love to fly,
We' re must be fought and young men must die.

We came there to fight for the one we hold, Dear..
If that's not respected, we would rather stay here.
So please stop yelling and put down your sign,
And pray for those behind enemy lies.

When the conflict is over and all is well,
Be thankful that we choose go throught the hell..


Cerita Singkat Idul Adha


Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,




Setiap hari raya Idul Adha, kita selalu diingatkan kisah tentang ketaatan Nabi Ibrahim as dan putranya, Nabi Ismail as, dalam menjalankan perintah Allah Swt.


Ketika Nabi Ibrahim as diperintahkan untuk menyembelih putranya, keduanya segera bergegas melaksanakan perintah Allah. Tak tampak sama sekali keraguan, apalagi keengganan atau penolakan. Keduanya dengan ikhlas menunaikan perintah Allah Swt, meski harus mengurbankan sesuatu yang paling dicintainya. Ibrahim rela kehilangan putranya, dan Ismail tak keberatan kehilangan nyawanya.


Pengorbanan yang luar biasa itu pun membuahkan hasil. Tatkala ketaatan mereka telah terbukti, perintah penyembelihan itu pun dibatalkan.
Sebagai gantinya, Allah Swt menebusnya dengan sembelihan hewan.
Karena mereka telah lulus dari al-balâ’ al-mubîn (ujian yang nyata), mereka pun mendapatkan balasan yang besar.


Peristiwa agung ini pun diabadikan dalam al-Quran agar menjadi teladan bagi manusia di sepanjang masa.

Balada Padang Pasir




Adakah hal yang lebih mengerikan bagi seorang musafir kecuali kehilangan arah?
Adakah yang lebih merisaukan bagi pedagang selain mendapatkan kerugian??


Dunia memandang cinta kehidupan tidaklah cukup dengan cinta.

Dalam dunia menuhankan harta, cinta tak lebih dari barang perniagaan.

Dalam pandangan mereka yang mendewakan harta, cinta tak lebih dari budak belian.

Namun bila ak tersesat atau menderita kerugian dalam perniagaan.. Ak akan tetap tabah.
Ak masih berharap dapat bertemu musafir lain untuk menanyakan arah yang benar.
Ak masih dapat bekerja lebih giat agar kerugianku dapat tertutupi.

Ak hanya meniti jalan untuk bertemu denganmu dalam pertemuan abadi.

Dalam Diam





Ak merasa kecewa dan disesaki kebencian.

Kemudian ak bertanya pada diriku sendiri,
Mengapa ak harus membiarkan diriku merasa demikian?

Baiklah kukatakan pada diriku sendiri..
Ak sendirian menahan kepedihan,
Ak menangis,
Ak meratap,
Siapa yang mau tahu?
Siapa yang mau peduli.. pada apa yang kualami.

Dan ak pun membungkam,
Ak sengaja pergi..
Menghindar dari nasehat dan saran.

Cahaya Cinta





Mungkin ku tak mampu usir gelap ini,
Tapi dengan nyala nan redup ini..
Kuingin tunjukkan beda gelap dan terang,
Kebenaran dan kebatilan.
Orang yang menatap cahayanya.. meski temaram,
Kan menyala terang di hatinya yang dalam.

Ijinkan Aku, Abi.. Ummi




Wahai Ayahanda.. ak adalah anakmu.
Seorang anak memang wajib menghormati dan tunduk patuh pada kehendak orang tua.
Dahulu.. ak memintamu untuk menerima lelaki pujaan hatiku.
Namun engkau mengatakan, lelaki itu tak sederajat denganku.
Ak berusaha menerima.. tetapi hatiku tak mampu.
Ak juga telah berusaha menyadarkan Ayah.. tapi juga gagal.

Engkau hanya ingin mendapatkan apa yang engkau rindukan.
Mungkin engkau akan dapatkan kebanggaan semu dan kebahagiaan khayal yang engkau kejar.
Tetapi anakmu,, darah dagingmu,, telah kehilangan api kehidupannya!
Sirna sudah kebahagiaan yang senantiasa ak harapkan.
Apakah itu yang disebut tatanan masyarakat?
Apakah ketidakadilan itu kau sebut kehendak adat??

Maafkan ak Abi, karna ak tidak mungkin berbohong pada diriku sendiri.
Tidak mungkin ak berpayung dengan kebanggaan yang engkau inginkan,
Sementara hatiku hancur..

Biarlah ak menentukan langkahku sendiri.
Ak tinggalkan engkau, bukan berarti ak tak menghormati Abi dan Ummi.
Namun ak ingin menjadi manusia, bukan bayi yang selalu disuapi.
Biarkan tangan takdir, yang menentukan langkahku..

Duka Ini Tlah Larutkan Cinta Terdalam






Letupan merah yang kau beri saat menyambutku,
Memaksaku mengenakan topeng keanggunan 'tuk dapat meraihmu lebih awal.
Ak tak mampu suarakan namamu di hari yang terlalu pagi.
Biarlah kisah yang mewakili..
Mengungkap, " SIAPA AKU "


Dan ketika esok kuberitahu namaku..
Kau mengenalku, menyanyangiku.
Namun ketika kuungkap isi hatiku..
Kau menghadiahkanku luka, kau anggap ak tak nyata!
Ak tak sangka.. kau tancapkan kanker sebesar ini.

Demi Jiwa Yang Terlena







Duhai jiwa, apa yang terjadi pada dirimu? Apakah engkau akan menuntunku menuju nirwana.. tempat segala keindahan tercipta?
Atau justru engkau akan menjerumuskan diriku dalam lemah derita yang pedihnya tak terkira..?

Jika rasa yang ada di dalam jiwa ini merupakan kehendak - MU, maka ak pasrah.
Ak yakin.. dalam cinta, kepedihan dan keindahan tiada beda.

Ya Illahi Rabbi, jika engkau anugrahkan mata batinku untuk melihat cinta..
M
aka janganlah engkau sengsarakan kekasihku. Biarkan ak menderita.. asal Nabi bahagia!

Torehan Para Sahabat

coMmEnt HerE