" Musuh Besar Pujangga "

Translate This Blog Into Your Languange

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Memilih Pasangan Hidup





Sama seperti orang yang menunggu bis.
Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
"Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh..
Aku tunggu bis berikutnya aja deh!"


Kemudian, bis berikutnya datang.
Kamu melihatnya dan berkata,

"Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi..
Nggak mau ah!"


Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi..
Seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu.
Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,

"Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku".
Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.


( Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa
kamu bisa terlambat pergi ke kantor..)


Ketika bis kelima datang,
kamu sudah tak sabar..
Kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.

Setelah beberapa lama,
kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.

Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..



Moral dari cerita ini :
================

Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali- kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.


Maka, memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.


Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai
dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya.

Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri.. dan bagi dia.



* Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu ???


4 comments:

Anonymous said...

naik taxi doooooong..........hare gene naik bis........huuuuuu

Abe Landel said...

Bwuaakakakakaaa... gini nich, klo curhat sm si Oom. Ngakak mulu'! =D

Anonymous said...

Love is not about finding the right person, but creating a right relationship...It's not about how much love you have in the beginning but how much love you build till the end... thats ironic having the right person at the wrong time,or having the wrong person when the time is right,
and finding out that you love someone after that person walks out of your sight ....but for me,If I think that Someone is your true love, I'll waiting for because true love is worth waiting for...
True love is not finding someone else but finding your other half...tapi kalo yg ditunggu ga dateng2..bener mending naik taksi ;p

Abe Landel said...

Like a bus, love is most dangerous when it comes late in life. You can understand the facts of life. But facts of love are much different. Sooo,, PLEASE enjoy the different! ;p

Torehan Para Sahabat

coMmEnt HerE