
Jiwa tersandar di kursi,
Kepala pun akhirnya jatuh mengikutinya.
Dan mata menemukan bola cahaya dunia yang ketakutan..
Dan sedih melihat dunia gersang di Padang Pasir.
Air mata tlah menetes tak terasah.
Karna cahaya satu satunya menjadi perhiasan dalam perjalanan hidupku,
Tlah hilang, ntah kemana..
Aku adalah insan yang kehilangan segalanya.
* Haney Hamzah... mah fi gherik














1 comment:
cahaya itu tak kan pernah hilang, hanya saja kita yang meredupkannya, karena kita... lagi-lagi karena kita... manusia....
Post a Comment